Skip to content
Home » Tari Tradisional (Seni Tari Kelas 8 SMP)

Tari Tradisional (Seni Tari Kelas 8 SMP)

  • by

TARI TRADISIONAL

 

Tari Primitif

Tari primitive merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan pada fungsi tari sebagai alat memuja roh para leluhur, meminta berkah hujan, berburu binatang, dsb.

Ciri-ciri yang paling menonjol pada tari primitive adalah sifatnya magis dan sakral, karena masyarakat pada masa itu percaya bahwa alam memiliki kekuatan magis. Masyarakat primitif belum mengenal keyakinan ajaran agama, namun memiliki pemimpin yang dipercaya seperti kepala suku. Oleh karena itu, tari primitive dilakukan hanya untuk kepentingan upacara. Tarian biasanya dilakukan dengan spontanitas, tak ada aturan baku dalam menari.

Bentuk tari primitif relatif sederhana dengan gerakan tangan, kepala dan didominasi oleh gerakan kaki. Gerakan-gerakan yang dibuat masih monoton, menirukan gerak hewan dan alam sambil melingkar mengelilingi api unggun dan bersuara yang membangun ritmis. Tari primitive menggunakan iringin musik perkutif sederhana dan kostum sederhana. 

Jenis gerak dalam tari primitive adalah

·         Kontagius

Kontagius merupakan ragam gerak tari untuk menyalurkan emosi kepada orang lain baik berupa kegembiaraan ataupun kesedihan. 

·         Simpatetis

Simpatetis merupakan ragam gerak tari yang bertujuan untuk mempengaruhi alam.

·         Imitatif

Imitatif merupakan ragam gerak tari yang diciptakan dengan meniru alam sekitar.

Contoh tari primitif yang ada di Indonesia : Tortor Sirittak Hotang (suku Simalungun Sumatera Utara)

Tari Klasik

Tari klasik adalah tarian yang bernilai artistik tinggi, mengandung konsep simbolik dan filosofis,  mempunyai standar atau norma yang cukup kuat sehingga ada pembakuan gerak. Tari klasik berkembang di lingkungan kerajaan dan digunakan dalam upacara-upacara kerajaan. Pada zaman dulu, tari klasik hanya boleh ditarikan oleh kaum bangsawan.

Ciri-ciri tari klasik :

          Berpedoman pada pakem/standar tertentu

          Memiliki nilai estetika tinggi

          Memiliki makna mendalam

          Menggunakan ragam gerak bervariasi dan anggun.

          Menggunaka riasan dan kostum mewah.

Contoh tari klasik : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan Pajaga (Sulawesi Selatan).

 TARI MODERN

BENTUK PERTUNJUKAN TARI TRADISIONAL

1.      Serampang XII

Tarian ini berasal dari serdang bedagai Sumatera Utara dan diciptakan oleh auti. Tarian inimenceritakan perjalanan hidup sepasang muda-mudi didalam menemukan cinta sejatinya.

2.      Tari beksan golek menak

Tarian ini diciptakan oleh Sultan Hamengkubowono ke IX dari Yogyakarta. Tarian ini tercipta dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukan wayang Golek menak, adapun fungsi tari  beksan

Golek menak yaitu sebagai sarana hiburan,upacara dan pendidikan.

3.      Tari Giring-giring

Tarian ini berasal dari Kalimantan Tengah. Giring-giring adalah serangkaian kerincing yang dililitkan pada pergelangan diatas mata kaki. Tari giring-giring sering dilakukan pada acara perjamuan,peresmian suatu gedung yang menggambarkan rasa gembira atau senang.

4.      Tari pakarena

Tarian ini berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian ini memakai property kipas dan kostumnya memakai baju Pahang atau tenun tangan,lipa sa abe atau sarung khas Sulawesi dan perhiasan-perhiasan khas kabupaten selayar.

Nama – Nama Tari & Properti 

1.      Tari Cawan dari Sumatra utara  Properti  cawan           

2.      Tari Payung  dari Sumatra Barat Proprerti  payung

3.      Tari Tifa  dari Papua Properti  tifa 

4.      Tari Lenso dari Maluku Properti sapu tangan 

5.      Tari Layung dari Yokyakarta Properti tombak layung atau tombak

6.      Tari Serimpi dariYokyakarta properti pistol dan cundrik

7.      Tari Ranguk ayak dari Jambi properti rebana

8.      Tari Unggang dari Kalimantan timut properti bulu burung enggang

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *