Skip to content
Home » Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

  • by

 

Sosialisasi Menurut Pendapat Para Ahli

1.       Peter L. Berger

Menurut Peter L. Berger sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi di dalam masyarakat.

2.       Koentjaraningrat

Menurut Koentjaraningrat sosialisasi adalah proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan system sosial, dimana seorang individu dari masa anak-anak hingga tua belajar pola-pola Tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekelilingnya.

 

Sosialisasi adalah proses penamaan atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan atau norma dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.

Hal yang dipelajari:

          Nilai dan norma social

          Peran sesuai dengan nilai dan norma

Proses Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

·         Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.

·         Menurut Milton Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

·         Menurut Macionis kepribadian adalah pola konstan berpikir, merasakan, dan bertindak.

Kepribadian merupakan kumpulan kebiasaan, sifat, sikap, ide dari individu yang berpola dan berkaitan juga dengan peran berbagai aspek dalam dirinya

Kepribadian = produk dari interaksi. Individu belajar system perilaku dan hak-hal lain dalam kelompoknya.

Dalam sosiologi kepribadian = diri (self)

Sosialisasi bertujuan me=mbentuk diri seseorang supaya dapat sesuai dengan nilai dan norma masyarakat.

SOAL PH NORMA SOSIAL (SOSIOLOGI KELAS X)

Tahapan Perkembangan Diri Manusia

1.       Menurut George Mead

a.       Preparatory stage merupakan tahap pertama dalam mempersiapkan diri berlangsung dari bayi

b.       Play stage merupakan tahap dimana anak belajar dari peran yang dilihat dari lingkungan sekitarnya à bermain peran (meniru)

c.       Game stage merupakan tahap di mana anak mulai menyadari objek permainan, mulai mengetahui peran pihak lain dalam interaksi, terwujud dalam kegiatan secara berkelompok

d.       Generalized others adalah tahap dimana anak harus memenuhi harapan masyarakat untuk mengikuti norma yang ada, anak menyadari peannya dan peran orang lain dalam masyarakat

2.       Menurut Charles Horton Cooley

Pembentukan diri seseorang = cermin (looking-glass self)

Tahapannya:

a.       Seseorang membayangkan perilaku/tindakannya tampak bagi orang lain

b.       Membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku/tindakan itu

c.       Membangun konsepsi diri berdasarkan penilaian orang lain terhadap dirinya

Kesimpulan: diri seseorang terbentuk dan berkembang melalui interaksi dengan orang lain

Faktor Pembentuk Kepribadian

1.       Warisan biologis à karakter fisik dan sifat genetic. Contoh: ciri-ciri tubuh, golongan darah, jenis penyakit tertentu, tingkat kecerdasan (IQ)

2.       Lingkungan fisik à pengaruh keadaan lingkungan (iklim, topografi, dll). Contoh: beda sifat antara orang pantai dengan gunung, iklim panas dengan dingin

3.       Kebudayaan à pengaruh norma dan tradisi yang berbeda dalam tiap kelompok masyarakat. Contoh: suku Bugis memiliki tradisi berlayar à kepribadian menjadi berani.

4.       Pengalaman kelompok à dalammasyarakat ada kelompok-kelompok dengan standar moral yang berbeda à menentukan kepribadian

Contoh: anak yang rajin akan berkumpul dengan yang rajin, yang bermasalah akan berkumpul juga dengan kelompoknya

5.       Pengalaman unik à pasti berbeda pada setiap individu

Contoh: pembedaan perlakuan terhadap anak di rumah

Fokus kajian sosiologi: kepribadian terbentuk melalui interaksi dengan orang lain.

Bentuk Sosialisasi

1.       Sosialisasi primer yaitu tahap awal, sosialisasi pertama individu sejak kecil, berlangsung dalam keluarga

2.       Sosialisasi sekunder yaitu perkenalan pada lingkungan di luar kelurga (sekolah, masyarakat, lingkungan kerja)

Tipe Sosialisasi

1.       Sosialisasi formal à terjadi pada Lembaga yang adadi dalam negara: sekolah, Pendidikan militer

2.       Sosialisasi informal à pergaulan sesame teman, kelompol si masyarakat, dll.

Pola Sosialisasi

1.       Represif

·         Menghukum perilaku yang keliru

·         Kepatuhan anak

·         Komunikasi perintah

·         Sosialisasi berpusat pada orang tua

2.       Partisipatoris

·         Imbalan bagi perilaku baik

·         Otonomi anak

·         Komunikasi dalam bentuk interaksi

·         Sosialisasi berpusat pada anak

 

 

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *