Skip to content
Home » JENIS-JENIS FRASA

JENIS-JENIS FRASA

  • by

JENIS-JENIS FRASA

A.    Definisi Frasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang mempunyai satu makna gramatikal (makna dapat berubah-ubah bergantung konteksnya)

Adapun ciri-ciri frasa yaitu sebagai berikut:

1.      Terdiri dari dua kata atau lebih

2.      Memiliki satu makna gramatikal

3.      Memiliki makna yang dapat berubah-ubah sesuai dengan konteks

4.      Frasa tidak memiliki predikay (non predikat)

5.      Tidak melampaui batas fungsi (S, P, O, K)

B.     Jenis-Jenis Frasa
Jenis-jenis frasa berdasarkan kategori:

1.      Frasa Nomina

Frasa nomina merupakan frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata nominal (kata benda).

Contoh:

1.      Ibu membeli baju baru di hari ulang tahunku.

2.      Gedung sekolah diresmikan hari ini.

2.      Frasa Verba

Frasa Verba adalah frasa yang memiliki kesamaan distribusi dengan kata verbal (kata kerja).

Contoh:

1.      Ayah sedang membaca koran di teras

2.      Kapal akan berlayar ke pulau Bali

3.      Frasa Bilangan

Frasa Bilangan adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan.

Contoh:

1.      Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban.

2.      Orang itu menyumbang dua juta rupiah.

 TATARAN KEBAHASAAN (BHS INDONESIA KELAS X)

4.      Frasa Keterangan/Kata Depan

Frasa keterangan adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata keterangan.

Contoh:

1.      Setiap pagi siswa yang terlambat harus apel

2.      Ayah membaca koran di depan kamar.

5.      Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva merupakan frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata sifat.

Contoh:

1.      Buku itu terlalu banyak.

2.      Gedung itu sangat megah.

3.      Bunga itu sangat indah.

Jenis-jenis Frasa berdasarkan konstruksi:

1.      Frasa Endosentris

Frasa endosentris adalah gabungan dua kata yang salah satunya berfungsi sebagai unsur menerangkan (M) dan yang lain berfungsi sebagai unsur diterangkan (D). Unsur D pada frasa ini merupakan unsur utama atau pusat frasa, sedangkan unsur M merupakan unsur pelengkap dari frasa ini.

Contoh:

1.      Buku paket [buku (D) // paket (M)]

2.      Sedang menggambar [sedang (M) // menggambar (D)]

3.      Baju baru [baju (D) // baru (M)]

2.      Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah gabungan kata yang tidak mempunyai unsur D di dalamnya. Fras aini biasanya terbentuk dari jenis-jenis kata benda yang digabung dengan konjungsi, jenis-jenis kata depan, atau beberapa kata tertentu. Hanya bisa terbentuk jika konjungsi/kata depan/kata-kata tertentu seperti (si, sang) digabung dengan kata benda atau nomina.

Contoh:

1.      Ibu berjualan di pasar.

2.      Ibu pulang dari Medan.

Frasa berdasarkan makna yang dikandungnya:

1.      Frasa biasa

Frasa biasa adalah frasa yang berupa makna denotasi atau makna yang sebenarnya.

Contoh:

1.      Adik membeli sepeda baru.

2.      Kursi favorit ayah berwarna biru.

2.      Frasa idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang hasil pembentukannya berupa makna konotasi atau makna yang bukan sebenarnya.

Contoh:

1.      Anak itu banting tulang setiap hari

2.      Ia memiliki kaki tangan yang dapat diandalkan.

3.      Frasa Ambigu

Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki makna lebih dari satu atau makna ganda.

1.      Sumbangan kedua sekolah itu dibajak pencuri

          Sumbangan yang kedua

          Sumbangan dari kedua sekolah

2.      Saya melihat pameran lukisan Afandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *